Kamus Bahasa Lampung
- Sunday, December 14, 2008, 12:59
- Objek Wisata, Unila, budaya, politik
- 2,919 views
- 31 comments
Membaca tulisan di Lampung post tertanggal 13 Desember 2008 ini membuat saya jadi inget wacana beberapa teman seruit tentang kamus bahasa lampung… hmmm..
Silaken di baca tulisan Lampostnya, link di sini.
———————————————————————————–
Bahan Ajar Minim: Dosen Unila Luncurkan Kamus Bahasa Lampung
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dr. Eng. Admi Syarif, dosen Ilmu Komputer, Fakultas MIPA Universitas Lampung, meluncurkan Kamus Lengkap Bahasa Lampung-Indonesia dan Indonesia-Lampung. Pembuatan buku itu dilatarbelakangi masih minimnya pemahaman guru terhadap bahasa Lampung.
Menurut Eng Admi Syarif, ketidakpahaman terhadap bahasa Lampung membuat guru kesulitan membuat bahan ajar untuk bahasa daerah itu. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan dan penguasaan pelajar terhadap bahasa Lampung. Tak heran, bahasa Lampung termasuk salah satu bahasa daerah yang terancam punah.
“Saya bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Unila membuat kamus ini agar pelajar, guru, dan masyarakat bisa belajar bahasa Lampung dengan mudah,” kata Sekretaris Lembaga Penelitian Unila ini saat peluncuran bukunya di lantai II Gedung Rektorat Unila, Jumat (12-12).
Dalam acara itu, hadir Asisten III Provinsi Lampung Husodo Hadi, Rektor Unila Sugeng P. Harianto, dan jajaran dosen Unila.
Admi Syarif mengatakan kamus itu dibuat selama satu tahun, memuat 40 ribu kata bahasa Lampung dilengkapi dengan tulisan Lampung. Menggunakan dialek O dengan duasub dialek yaitu Abung dan Menggala. Kamus itu disusun oleh empat narasumber, yaitu Syahmin Gelar Sutan Saripati Marga, Dr. Eng Admi Syarif Gelar Raja MArga, Ir. Danaludin Mochtar Gelar Pangeran Surya Ningrat, dan Hasan Basri Gelar Menak Mangku Negara. Buku itu dijual untuk umum dan sudah bisa didapatkan di Gramedia satu minggu lagi. Harga buku dengan hard cover Rp70 ribu. Untuk mengantisipasi pembajakan oleh oknum tertentu, pihaknya sudah sudah mendaftarkan karya itu ke Perpustakaan Nasional.
Selain dalam bentuk buku, Admi Syarif juga membuat kamus itu dalam bentuk elektronik.
“Kamus elektronik ini akan diluncurkan sebelum 2009, saat ini masih dalam proses perbanyakan,” kata Admi.
Asisten III Provinsi Lampung Husodo Hadi mengatakan sangat mendukung peluncuran kamus lengkap itu. Karya seperti itu sangat dibutuhkan untuk melestarikan dan mempertahankan budaya dan bahasa daerah Lampung.
Pada 2009, Pemprov Lampung akan membeli 15 ribu kamus lengkap itu untuk dibagikan ke sekolah di Lampung.
Rektor Unila Sugeng P. Harianto juga sangat mendukung karya itu. Dia mengimbau dosen dan guru besar Unila melakukan hal yang sama. Yaitu, melakukan penelitian dan karya nyata untuk membangun masyarakat Lampung. Kamus lengkap bahasa Lampung itu adalah salah satu bentuk kepedulian Unila terhadap pelestarian budaya dan bahasa Lampung.
—————————————————————–
Bagaimana menurut teman-teman?
About the Author
31 Comments on “Kamus Bahasa Lampung”
Berikan Tanggapan
Photo Profile pada Komentar menggunakan gravatar silahkan daftarkan e-mail anda terlebih, gratis kok :D !

15 December, 2008, 0:14 |
Admi Syarif mengatakan kamus itu dibuat selama satu tahun, memuat 40 ribu kata bahasa Lampung dilengkapi dengan tulisan Lampung. Menggunakan dialek O dengan dua subdialek yaitu Abung dan Menggala.
Di sinilah letak persoalannya manakala kamus lengkap ini akan digunakan menjadi bahan ajar bahasa Lampung. Saya pikir, peta bahasa yang dibuat Kantor Bahasa Provinsi Lampung sangat penting untuk menentukan bahasa Lampung standar yang harus diajarkan kepada siswa.
Belajar bahasa Lampung dengan dua dialek sekaligus a (api) dan o (nyow) selama ini hanya terbukti ’sukses’ membuat siswa menjadi pusing bin stres. Malah ada yang sampai foby dengan bahasa Lampung.
Kebayang nggak sih kalau kita belajar bahasa Inggris campur-campur bahasa Inggris Britania, Inggris Amerika, Inggris Australia, Inggris Singapur sekaligus?
Kamus ini akan dibagikan ke sekolah-sekolah di Lampung. Wah, kacau. Bagaimana mungkin sekolah-sekolah di Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Utara (khusus Sungkai), Pesawaran, Lampung Timur (Melinting), termasuk juga Komering-Kayu Agung, dan Cikoneng; yang berdialek api (a) ‘dipaksa’ menggunakan kamus dialek O?
Usul saya: kamus ini menjadi bahan ajar untuk siswa-siswa sekolah di daerah penutur bahasa Lampung dialek O (Abung dan Menggala).
Untuk daerah penutur bahasa Lampung dialek a (api); Lembaga Penelitian Unila juga harus membuat kamus lengkap serupa yang menggunakan dialek a (api).
Satu lagi: kepada pengajar bahasa Lampung sebaiknya bahasa yang dipakai (yang diajarkan) disesuaikan dengan dialek bahasa setempat. Di Bandar Lampung sebagai contoh, dialek yang harus diajarkan bahasa Pubian di Tanjungkarang atau Pesisir di daerah Telukbetung, penduduk setempat di Bandar Lampung kebetulan berdialek a (api).
Di Tanggamus misalnya, mana mungkin mengajarkan bahasa Lampung subdialek Abung dan Menggala? Sebaliknya, di Tulangbawang dan Abung (Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Lampung Timur?) tidak berguna diajarkan bahasa Lampung dialek api.
Soal buku ajar Pelajaran Bahasa Lampung, sebaiknya memang dibuat dua versi. Satu versi memakai dialek api. Satu versi lagi, memakai dialek nyow. Tapi, jangan digabungkan dalam satu buku dan diajarkan sekaligus kepada siswa.
Kalau ini masih tetap dilakukan. Pelajaran bahasa Lampung tetap tidak akan membuat siswa cakap berbahasa Lampung. Alih-alih mahir berbahasa Lampung, siswa malah menjadi bingung setengah mati.
15 December, 2008, 13:21 |
:ampun: keren yang buat…
15 December, 2008, 18:41 |
Saya ucapkan selamat atas di luncurkannya Kamus Bahasa Lampung walaupun hanya untuk dialek O.
Saya setuju sekali apa yang di katakan Udo Karzy bahwa membuat kamus dengan dua sub dialek O sangatlah rumit dan membingungkan.
Bahasa Lampung banyak terbagi ke dalam berbagai sub sub dialek sehingga membuat kita sulit untuk menentukan kategori universal untuk Bahasa Lampung sendiri. Mungkin kita harus mengkajinya lebih dalam lagi mengingat hal ini akan di ajarkan pada siswa – siswi karena akan menimbulkan kebingungan kepada mereka.
Saya jadi teringat dengan 2 adik sepupu saya yang sudah kelas 5 SD yang sejak kecil tinggal di Bandar Lampung dan sampai saat ini masih bingung mempelajari Bahasa Lampung di sekolahnya yang katanya rumit dan bikin puyeng, Tidak ada satupun dari dua dialek Bahasa Lampung yang ia pahami, dia hanya bisa menulis Aksara Lampung saja karena katanya tidak terlalu rumit.
Benar sekali apa yang dikatakan Udo karzy betapa kita akan di buat pusing seandainya kita belajar Bahasa Inggris campur aduk bahasa Inggris Britania, Inggris Amerika, Inggris Australia, Inggris Singapur sekaligus.
Artha Dinata AR
17 December, 2008, 9:46 |
Tnkz, blog ni bikin q jadi terispirasi dech…. makasih yaw??? :bigsmile:
17 December, 2008, 12:22 |
mau nambah bacaan dalam bahasa Lampung(dialeg api)klik saja diguwaybettik.blogspots.com
17 December, 2008, 23:16 |
betul pendapat2 itu..
jangankan muridnya ato orang lain yg akan diajarkan bahasa lampung,,,malah sy khawatir jangan2 guru yg akan mengajarkannya belum tentu mengusai bahsa itu (misalnya sang guru penutur bahasa lampung dialek api)…tp berhubung sudah jadi bahan ajarnya ya mohon di ajarkan secdara bijak,,petakan dahulu daerah penutur dari kedua dialek tsb..
19 December, 2008, 17:04 |
buat A. Purbalingga: Hahaaa…. lulusan D3 Pendidikan dan Sastra Lampung saya pikir sudah banyak. Saya lihat tidak ada persoalan dengan guru bahasa Lampung. Yang jadi masalah besar pengajaran bahasa Lampung adalah pada kurikulum dan sistem pengajaran. Yang ini yang tidak terumuskan dengan benar sampai saat ini.
20 December, 2008, 14:25 |
Kami siap untuk menuangkan bahasa dalam dialek A (api) dan bukan isapan jempol bahwa pemakai bahasa dialek A di lampung jauh lebih banyak dan beragam, jangan tidak mau mengakui kultur budaya yang lain apalagi sombong sudah mau menghilangkan bahasa dialex yang lain.
Coba berfikir dengan jernih, saya mempunyai koleksi lagu lampng dialok A lebih dari 700 lagu, berapa banyak lagu yang dikoleksi oleh dialok O (mohon maaf).
Kalau mau kita duduk bersama kita cari jalan tengah (bahasa tengah/pemersatu) seperti di palembang, jawa dsb. Alangkah indahnya kalau kita melihat bahasa lampung itu lestari 50 tahun yang akan datang. Coba buka situs onlampung, lagu lampung sudah kamu publikasikan ke seluruh dunia, tetapi kami adil, semua dialek kami perkenalkan. Terima kasih
23 December, 2008, 12:50 |
wah… hahaha…
senang banget, akhirnya bahasa Lampung sudah berupa kamus.
Bagaimanapun Saya pribadi sangat bangga dengan adanya kamus Lampung-Indonesia yang bisa diedarkan (dijual, -red) ke masyarakat.
dengan menilik jumlah pengguna dialek antar O dan A, Diknas Provinsi Lampung wajib membuat alur distribusi yang baik untuk menyebarkan kamus tersebut.
Satu lagi, Untuk pengguna dialek A ayo tetap semangat dan ikut membuat kamus Lampung-Indonesia tuk dialek A.
Saya pribadi menunggu kamus dialek A Lampung-Indonesia. Salam
23 December, 2008, 14:12 |
Membaca tulisan dan komentar-komentar sebelumnya, saya jadi tertarik untuk memberika komentar juga.
Kamus Bahasa Inggris, memuat semua kata, baik English British, English America dsb.
Kamus Umum Bahasa Indonesia, memuat semua kata, baik yang berasal dari Aceh, Padang, Palembang, Lampung, Jawa, Banjar, Sunda, Madure, Makasar, Papua, dll.
Jadi, Kamus Bahasa Lampung, menurut kami, seharusnya juga memuat kata yang berasal dari seluruh Lampung. Harus memuat semua dialek, baik “I” atau “O”. Jangan lupa dengan “Sang Bumi Khua Jukhai”.
Kalau suatu kamus hanya berisi – katakanlah – Salah satu Dialek, maka sebaiknya jangan mengklaim atau menggunakan istilah ” Kamus Bahasa Lampung”. Tapi mungkin lebih tepat, kalau diberi nama ” Kamus Bahasa Abung” atau “Kamus Bahasa Menggalow”.
Jangan sampai, kita membuat sebuah kamus yang berisi hanya salah satu Suku Bahasa, lantas kita mengklaim dan memberi nama “Kamus Bahasa Nusantara ??”.
Dengan demikian, maka pembaca tidak akan keliru menterjemahkan atau menerima ‘Kamus’ tersebut. Apabila orang lain yang membaca “Kamus Bahasa Lampung”, maka otomatis, ‘image” si pembaca adalah akan menemukan arti kata “yang berbahasa Lampung” ke dalam kata “yang berbahasa Indonesia” kemudian diterjemahkan ke Bahasa Lain.
Semoga hal ini menjadi pertimbangan kita semua, jangan sampai kita mencoba “Mmbelah Diri” melalui Bahasa!
Terima kasih.
23 December, 2008, 19:07 |
Wah payah… Harid, Harid…. dan juga yang lain, baca dulu ini sebelum komentar http://www.seruit.com/archives/535
3 January, 2009, 0:12 |
:beatup:
Met tahun Baru semua
3 January, 2009, 11:18 |
Bahasa daerah memang harus dilestarikan, dengan adanya kamus akan memudahkan bagi semua yang ingin belajar bahasa daerah itu sendiri.
5 January, 2009, 13:40 |
ide kamus-ni nutukan gawoh jama kuti disena !
guway betik — likmu salah, kelebisan “s”
jadi sai benogh http://guwaybettik.blogspot.com
Helau munih blogmu !!
:sunglass:
24 January, 2009, 11:04 |
Unila Seharus mendirikan Program studi sastra Lampung, sebagai upaya melestarikan budaya dan bahasa lampung. Tapi apa petinggi Unila Peduli…? dibutuhkan kebijaksanaan dan kedewasaan berpikir di institusi Unila. Setidaknya melupakan ambisi pribadi dan ambisi “komunitas” yang baru-baru ini kandas dengan telak. Semata-mata ini murni demi kelestarian keragaman Budaya bangsa. Bersama kita pegang filosofi “dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung”. Salah satu alasan kenapa program studi itu sempat ditutup karena alasan pihak unila terhadap Pemda dan Pemprov yang tidak memberi jatah penerimaan CPNS. Anehnya apakah semua orang yang masuk program studi tersebut memang harus masuk jadi guru PNS. bukankah ada jadi guru swasta juga bisa? ini logika yang aneh. seperi membakar lumbung karena hendak membunuh tikus yang masuk ke dalam lumbung. selain masyarakat luas, Yang pasti Pemerintah daerah dan instistusi pendidikan juga bertanggung jawab atas kelestarian budaya lokal… Inilah sulitnya kalo pimpinan birokrat dan oknum institusi pendidikan tidak peduli dan saling lempar tanggung jawab. atau ada niat buruk…. wala hualam
26 February, 2009, 16:20 |
Setuju, nyokap orang menggala tapi gw ngga bisa bahasa lampung, denger ya ngerti cuma ngga detail hanya ngerti maksudnya aja, soalnya gw tinggal di metro dari lahir.
Nah gimana cara belinya? apa ada di Gramedia atau dimana? Kalo ada yang tau kasih infonya yaaa. Thanks….
7 March, 2009, 16:55 |
bagus banget,,kalau ada kamuss yg seperti itu mungkin saja orang dari luar daerah bisa belajar bahasa lampung,,kalau bisa sihh kamusnya ditrade center kan di daerah lampung saja,,.kan buwat kita-kita juga???dah ah gitu aja.. :ampun: :mimpi:
14 March, 2009, 11:45 |
wah agak nya itu dosen perlu hati2 deh,,,kita kan dah tau kalau di propinsi lampung ada banyak suku asli dari 2 adat,yaitu adat pepadun dan saibatin,,,dan beragam dialek??? :berpikir: bagusnya dibuat dalam bahasa/tulisan lampung(HAD) PUBIAN AJA ??masalahnya saya ini suku pubian????? :berpikir: ada satu lagi : terserah aja deh,,suka suka lu aja tapi saya gak pake tuh bahasa yg beda dari had pubian???sebab dari tuyuk saya yg ada had pubian(lampung)… :ampun:
11 April, 2009, 13:36 |
Saya dukung kamus lampung, hal ini akan sangat bermanfaat bagi kelestarian bahasa asli Lampung. Nanti kalau dah rilis kabar kabar ke saya
O ya, ini kan dah april 2009, dah rilis belum ya kamusnya…
28 April, 2009, 12:03 |
mantep..
:bigsmile:
16 May, 2009, 12:56 |
memang selayaknya ada kamus bahasa lampung, di sekolah2x kan dah ada pelajaran bahasa lampung.
9 July, 2009, 20:45 |
Menarik sekali diskusi di blog ini. Saya mengucapkan terima kasih atas kritikan dan masukan dari kawan-kawan semua. Dengan tidak ada sama sekali maksud meremehkan dialek yang lain, pada tahapan ini saya baru dapat menyelesaikan dialek O. Saat ini bersama kawan^kawan di Unila saya sedang berupaya untuk juga menyusun Kamus Dialek A. Saya bersyukur dapat melengkapi kamus ini dengan kamus elektronik yang tidak hanya dapat menterjemahkan kata perkata tetapi juga kalimat atau dalam bentuk file. Sebagai sebuah karya awal saya percaya kamus inimasih banya k kekurangan. Kamus ini sudah dapat dibeli di toko-toko buku. Kamus ini sengaja dicetek dalam edisi lux sebagai penghargaan kita terhadap bahasa Lampung. Saya juga sudah menysun VCD tentang Padi Ladang dan Ikan Sungai bagi Masyarakat Lampung Pepadun. Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentan Kearifan Perempuan Lampung Untuk Ketahanan Pangan. Marik Kita bangun Lampung yang kita cintai.
Kekalau ulok jadi gattau, tulung jadi batang arei.
15 July, 2009, 11:41 |
wah, yang punya karya dateng berkunjung ni..
terima kasih pak admi..
teman-teman yang berkomentar disini semuanya karena punya perhatian dan keinginan untuk daerah yg mereka banggakan, pesannya sederhana sajalah pak admi: mari kita sama-sama memberi masukan buat Lampung yg sama-sama kita cintai.. :bigsmile: :mimpi:
31 July, 2009, 7:40 |
Ivan, bang admi itu kl ngga salah dari menggala, kalo ivan ngerti bahasa dgn dialek api, silahkan hubungi bang admi dan beri bantuan, kedepannya saya yakin kamusnya akan merangkap dengan dialek api, cuma masalah waktu, kita harus bersyukur dgn keterbatasan waktunya bang admi masih sempat mikirin adat, budaya dan bahasa lampung, pertanyaannya bagaimana dgn kita sendiri???? Punya waktu kah??
Istri saya juga menggunakan dialeg api, yang penting jaga tali silaturahmi dan persatuan untuk membangun lampung supaya lebih maju.
25 August, 2009, 14:50 |
Terima kasih Bang Admin……….
kalau aku punya Artikel kemana harus dikirim??
1 September, 2009, 1:15 |
kalau mau gabung dengan komunitas bloger lampung gimana caranya brooo
10 September, 2009, 12:42 |
TOP BGT deh sikam dukung temen projec ijo.. biar bisa lebinh mengenal lg bahasa ibu kita yakni bhs lampung
10 October, 2009, 19:04 |
@admi Syarif –
Bang Admi, saya usul bagaimana kalau kamus Bahasa Lampung (Api, Nyow) ke/dari bhs. Indonesia dibuat secara online di website, untuk mempermudah keluarga Lampung yg besar di perantauan supaya bisa tetap menjaga/melestarikan bahasa lampung.
21 November, 2009, 13:21 |
Gimana sich carannya makek kamus bahasa lampung nya, soalnya aku pas ada tugas .make kamus itu gak bisa.
21 November, 2009, 13:23 |
Cara makek kamusnya gimana ya???????????????????????????
kok nggak bisa sich??????????????????????/
21 November, 2009, 13:26 |
Cara makeknya gimana ya???????????/