Danau Ranau, danau dengan sejuta legenda
- Thursday, October 16, 2008, 19:04
- Objek Wisata
- 2,443 views
- 30 comments
Danau ranau adalah obyek wisata yang terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten OKU. Tempat wisata yang terletak di wilayah Lampung Barat terletak di Desa Lombok yang telah dibangun daerah wisata terpadu yang meliputi Hotel, tempat penangkaran rusa dan lain – lain. Selain itu rumah penduduk juga akan dijadikan tempat menginap untuk para wisatawan, sehingga mereka bisa merasakan tinggal di rumah panggung.
Menurut penduduk yang ada disekitar danau terdapat banyak kisah yang menceritakan asal usul terjadinya danau ranau, dan salah satunya yang saya tulis dibawah ini.
Asal Danau Ranau
Meskipun secara teori ilmiah diyakini danau ini terjadi akibat gempa tektonik, seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Maninjau di Sumbar, sebagian besar masyarakat sekitar masih percaya danau ini berasal dari pohon ara. Konon, di tengah daerah yang kini menjadi danau itu tumbuh pohon ara yang sangat besar berwarna hitam.
Konon saat itu, masyarakat yang berasal dari berbagai daerah seperti Ogan, Krui, Libahhaji, Muaradua, Komering, berkumpul di sekeliling pohon. Mereka mendapat kabar jika ingin mendapatkan air, harus menebang pohon ara tersebut. Masyarakat dari berbagai daerah itu pun berkumpul dengan membawa makanan seperti sagon, kerak nasi, dan makanan lainnya.
Persis saat akan menebang pohon, masyarakat kebingungan bagaimana cara memotongnya. Ketika itulah muncul burung di puncak pohon yang mengatakan untuk memotong pohon, mereka harus membuat alat yang bentuknya mirip kaki manusia. Mereka pun akhirnya membuat alat menggunakan batu yang gagangnya dari kayu. Akhirnya pohon ara pun tumbang. Lalu dari lubang bekas pohon ara itu keluar air dan akhirnya meluas hingga membentuk danau. Sementara pohon ara yang melintang kemudian membentuk Gunung Seminung. Karena marah, jin yang tinggal di Gunung Pesagi meludah hingga membuat air panas di dekat Danau Ranau. Sedangkan serpihan batu dan tanah akibat tumbangnya pohon ara menjadi bukit yang ada di sekeliling danau
Di samping itu, masih di sisi Danau Ranau, tepatnya di Pekon Sukabanjar, berseberangan dengan Lombok, terdapat kuburan yang diyakini masyarakat sebagai makam Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat. Makam keduanya terletak di kebun warga Sukabanjar bernama Maimunah. Untuk menuju ke lokasi, selain naik perahu motor dari Lombok, bisa juga dengan berkendaraan.
Menurut juru kunci kuburan, H Haskia, di sini terdapat dua buah batu besar. Satu batu telungkup yang diyakini sebagai makamnya Si Pahit Lidah dan satu batu berdiri sebagai makamnya Si Mata Empat. Si Pahit Lidah yang oleh masyarakat disebut sebagai Serunting Sakti berasal dari Kerajaan Majapahit. Karena dianggap nakal, oleh raja, Si Pahit Lidah yang bernama asli Raden Sukma Jati ini diusir ke Sumatera. Akhirnya, dia pun menetap di Bengkulu, Pagaralam, dan Lampung.
Si Pahit Lidah memiliki kelebihan, yakni setiap apa yang dikemukakannya terkabul menjadi batu. Akibatnya, Si Mata Empat yang berasal dari India mencarinya hingga bertemu di Lampung, tepatnya di Way Mengaku. Di Way Mengaku keduanya saling mengaku nama. Lalu, keduanya beradu ketangguhan.
Salah satu yang dilakukan adalah memakan buah yang bentuknya seperti aren. Ternyata buah aren itu pantangan bagi Si Pahit Lidah. Karena makan akhirnya dia tewas. Sementara itu, Si Mata Empat yang mendengar kabar lidah Si Pahit Lidah beracun tidak percaya dan mencoba menjilatnya. Akhirnya, dia pun tewas. Peristiwanya, menurut penuturan H Haskia, terjadi di Pulau Pisang. Lalu, kuburannya ditemukan di pinggir Danau Ranau.
About the Author
30 Comments on “Danau Ranau, danau dengan sejuta legenda”
Berikan Tanggapan
Photo Profile pada Komentar menggunakan gravatar silahkan daftarkan e-mail anda terlebih, gratis kok :D !

16 October, 2008, 20:12 |
17 October, 2008, 15:36 |
wah lambar.. saya terpesona dengan pantai di lambar.. pesisir tengah, pesisir selatan, lemong… asiknya jalan (gak jalan kaki sih, hehe..) di antara taman nasional, pokoknya wow..keren..
17 October, 2008, 18:01 |
kapan ya bisa kesana
20 October, 2008, 14:07 |
aku juga orang lampung cuma aku tinggal di lampung selatan..jadi blom pernah ke danau ranau deh..
22 October, 2008, 8:45 |
Qt dr BEM U KBM UNILA pernah ke danau ranau, tp agak kotor… Gak ada Jalan alternatif… Jd musti mengelilingi bukit dulu…gmN neh?
22 October, 2008, 16:48 |
2 November, 2008, 19:54 |
:budek: danau ranau emang merupaakan aset yang tak ternilai,,,
hanya saja pemerintah kurang memperhatikan
baik dari kondisi jalan maupun,,
kebersihan danau ranau,,
padahal bila kita elola dengan baik,,
ini akan meng hasilkan incom yang baik buat oku selatan….
teruz…. supaya orang gk kapok maaen ke danau ranau..
tolong jangan terlalu banyak yang jaga retribusi,,,
,, emang si,,, ini pnting,,
sampai,,pai teman sya pernah bilang…
danau ranau merupakan tempat pembalakan.. uang,, ,secara kecil kecilan,,,
makanya pak jg terlalau banyak tempat retribusinya…..
i lve… danau ranau…….
3 November, 2008, 18:17 |
Hi Lambar ku, jd kangeen nich pengen Pulang Kampung,
Promosi yaa. . . )
Buat kamu2 yg belum pernah ngerasain sejuknya alam Lambar,ga perlu nunggu lama lg, buruan datang, banyak tempat pariwisatanya lho (
13 November, 2008, 23:45 |
Moga moga saya juga punya kesempatan menikmati indahnya danau ranau.
12 December, 2008, 11:42 |
Hai …..
ku jg orang lambar, pekon qu d marang dkat pantai melasti, pantai melasti cantik juga lhooo….
da gak yang pernah kesana …?
Aku jg kangen ni ma pekon tercinta, Alnya qu dah 4 tahun di Aceh pas nya di Aceh Tenggara.
Wat Puakhi ram kudo di Aceh Tenggara ….?
28 December, 2008, 14:49 |
wah danu ranau tu kan tanah kelahiran gua,
28 December, 2008, 14:51 |
aku desa nya pas d kaki gunung seminung tp ak dr kecin d lampung ,ortu ku tp msih d sna.
29 December, 2008, 19:19 |
Klo potensi wisata akan dijadikan aset dan untuk mendongkrak ekonomi makro kerakyatan sekitar objek wisata maka pemerintah harus:
Pemerintah harus bisa menggait investor untuk peneglolaaan dan pengembangan Objek wisata tersebut,Namun untuk menarik investor tsb,pemerintah harus memperhatikan dan merealisakiakan Trilogi Pembagunan daerah wisata:
1.Sarana Telekomunikasi & Penerangan continue 24 jam
2.Acces transportasi & keamanan
3.Perbankan
Nah semoga dari 3 Item tsb bisa menarik investor.
Salam,
DS
1 January, 2009, 8:01 |
perlu dijelaskan panduan untuk menuju kesana dengan menggunakan alat angkut umum
7 January, 2009, 3:30 |
Danau ranau tu SDA yg tdk d tangani SDM yg bnr2 mampu utk menanganinya.. Tggu 5-10thn yg akn dtg kt2 pd pulkam utk buat “pematang ribu ranau” trbebas dr para penjarah d negeri sndiri yg akn mnghabisi SDA Ranau.. Salam tigham jak sanak gedung..
7 January, 2009, 16:54 |
Luar Biasa buat Bung Sis..Saat ini ranau mengalami Krisis kpedulian thd SDA yg ada bahkan tidak ada rasa memilki sdikitpun untuk itu semua..Sudah saatnya back to pekon untk membangun daerah tercinta…Saat ini kita sebagai putra daerah yg tidak besar di daerah dan belum ikut serta membesarkan daerah hanya bisa berbagi pengalaman dan bertukar pikiran melalui blog ini saja..
Salam kenal Buat Bung Sis..
Deddy Sp.sender
19 January, 2009, 3:16 |
wahaaa jadi pengen ke ranau lagi (kayak udah pernah)
kapan ya bisa ke ranau, lanjut ke pesagi, lalu berakhir di krui…..ke lautnya
21 February, 2009, 9:54 |
perlu penanganan serius tu danau ranaunya dr pemerintah biar banyak orang tau spt danau toba gitu :angel:
28 February, 2009, 0:53 |
Emang hebat danau ranau ayo main ke sana rame rame biar nanti gue traktir. Hehehe.. promosi nih. Kami Blogger di Lampung Barat udah ada blog gratis kalau ga percaya kunjungi aja Ngeblog Gratis.
11 March, 2009, 15:51 |
Disamping cerita sejarah diatas juga di Danau Ranau ada Legenda Cerita Tentang Kelekup Gangsa yang berobah menjadi Ular Naga, keterkaitan sejarah tersebut juga masih ada kaitannya dengan Orang Way Mengaku dan Keturunannya. (7 Pitu Jong)
Kalo sekedar iseng-2 bikiin blog ada ceritanya saya tulis di mwfadhly.blogspot.com tp maaf namanya iseng-2 bkin blog contentnya masih sangat sederhana.
oke makasih
17 March, 2009, 19:51 |
Ugh :silent:
Lampung emangg enggak kalah dengan kota-kota yang lainnya!!!! :doh:
Gimana enggak? :capek:
Banyak tempat2 yang bernilai tinggi, lebih tinggi malah!!! :kesel:
Tapi kenapa pemerintah tidak memperhatikannya? :angry:
Apa pemerintah terlalu sibuk ngitung uang?? :angry:
Jadi kesel neh!! :angry:
17 March, 2009, 20:39 |
KWN2 AQ NAK BLK K RNAU…..
JEFRI.RIYAN.YOGI,RIZKY TNGGU AQ D RNAU…..
AQ KNGEN BALAPAN D LAPTER LGI!!!
19 May, 2009, 9:42 |
mas aku kutif yah… thanks :bigsmile:
7 June, 2009, 10:59 |
SAlAm sEjAhtErA
Dr KaMi AnK2
BAkAuHeNi
7 June, 2009, 11:01 |
KaMi Yg tErSISIhKaN
aNaK-aNaK
rAjAbAsA :ketawa:
28 June, 2009, 11:57 |
saya kepincut sama danau ranau, makanya saya buat tempat tinggal di desa pilla namanya VILLA KOMARA hik….hik…hik
16 September, 2009, 3:25 |
Smoga dengan pemerintahan yang baru
dapat lebih memperhatikan masyarakat ranau
dan lebih mengembangkan kebudayaan ranau yg kian memprihatinkan.
1 October, 2009, 16:02 |
klo ane paling ngeresep di ati tuh waktu di pulau pisang…lampung barat….wuih…penduduknye ramah2….pantainye itu loh…eksotik banggett….kalo juragan2 sekalian mo kesono dari pelabuhan krui perjalanan 1 jam pake perahu.Jangan lupa klo dah sampe pulau pisang mancing blue marlin en klo mo iseng2 selancar juga ombaknye oke.Buat referensi aza klo agan2 mo nginep tanya aza ama mas Sultan Hidayat….(ketua pemuda dipulau pisang)..ane juga klo ada rejeki pengen kesono lagi neh…abis jauh seh…ane dari jakarta…Salam buat temen2 di blog ini…..
12 January, 2010, 18:51 |
oooo jd bgt cerita nya…
12 January, 2010, 18:53 |
@lucas – se 7 bro